pilarbalinews.com

Wisman Berkualitas, Puspa Negara Dorong Pengecekan Saldo Tiga Bulan Terakhir dan Catatan Perilaku

Ket Foto: Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Badung, I Wayan Puspa Negara, S.P., M.Si.

Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Badung, I Wayan Puspa Negara, S.P., M.Si., menilai perkembangan sektor kepariwisataan di Bali, perlu diimbangi evaluasi dan pengawasan terhadap wisatawan manca negara (Wisman) yang masuk ke Bali.

Ia memandang Wisman yang berkunjung ke Bali, wajib memiliki saldo dalam batas tertentu agar tidak terlantar atau berdalih kehabisan uang di Bali.

“Tentu secara general saya melihat bagus, ada goal yang ingin dicapai Pemda Bali, di mana dalam menyeleksi atau memverifikasi wisatawan yang datang ke Bali. Ini menyimak atas kelakuan buruk wisatawan, ancaman kriminal, dan lainnya dapat berpengaruh terhadap destinasi kita di Bali,” ujar Puspa Negara, dikonfirmasi di ruangan Komisi I DPRD Kabupaten Badung, Rabu (7/1/2026).

Puspa Negara menegaskan pengecekan terhadap saldo Wisman tiga bulan terakhir sangat penting, jangan sampai terjadi defisit anggaran oleh Wisman itu sendiri setibanya di Bali. Sehingga yang terjadi kebingungan dan berujung bertindak kriminalitas.

BACA JUGA  Pertunjukkan Kelas Dunia, Buleleng International Rhythms Festival Digelar 10-15 Maret 2026

“Kita lihat seperti negara Bhutan (Asia Selatan), di mana wisatawan diawasi lewat limit saldo dan mencari visa. Terhadap kita di Bali, apa yang diwacanakan Pak Gubernur, kita sambut positif. Namun, kita masih belum bisa melihat formula terkait saldo Wisman tiga bulan terakhir itu seperti apa. Ini karena yang dikenakan saldo kan hanya Wisman, kalau wisatawan domestik tidak. Pengecekan saldo Wisman tiga bulan terakhir, untuk mem-filter mereka masuk ke Bali. Hal ini bertujuan untuk arah pariwisata kita menuju turis berkualitas,” bebernya.

 

Pria asal Desa Legian, Badung ini memaparkan wisatawan di dunia terdiri atas empat kelas, yakni mulai kelas bawah (backpacker), wisawatan menengah (middle low), wisatawan atas (middle up), wisatawan kelas kaya (genset).

BACA JUGA  Terbawa Arus di Pantai Geger Nusa Dua, Wisatawan Perempuan Berhasil Diselamatkan

“Selain itu, perlu payung hukum untuk persoalan pengecekan saldo Wisman tiga bulan terakhir, regulasi Peraturan Daerah (Perda) sangat penting. Harapannya kita bisa memperoleh wisatawan yang cukup dan tinggal lama di Bali. Akan tetapi, jenis keempat wisatawan tadi akan tetap ada di seluruh negara di dunia. Masing-masing dari mereka memberikan dampak terhadap pariwisata, misalnya backpacker dia bisa tinggal di homestay, penginapan, tidak dihotel. Sedangkan di hotel sendiri dipilih oleh wisatawan jenis middle up dan genset,” tandasnya.

Hal penting lainnya, wisatawan harus memiliki Behavior artinya perilaku atau tindakan individu Wisman terkait. “Behavior ini berpengaruh terhadap pengetahuan dan sikap Wisman, bisa dilihat dari catatan perilaku mereka di negara asal,” tegasnya. PBN001