pilarbalinews.com

Wisatawan ke Desa Penglipuran Diterapkan Paket Berkunjung Mulai 1 Januari 2026

Desa Wisata Penglipuran berencana terapkan paket liburan dalam meningkatkan kualitas pariwisatanya.

Menuju desa wisata regeneratif, Desa Penglipuran menguatkan komitmennya mulai 1 Januari 2026 akan mengenalkan sistem paket berkunjung terhadap wisatawan.

Bukan sekadar perubahan teknis dari sisi tiket, tetapi cara baru bagi desa untuk menjaga harmoni antara kenyamanan tamu, kelestarian alam dan budaya, serta kesejahteraan masyarakat lokal.

Karena itu, paket berkunjung yang diterapkan sebagai fase baru dalam pengelolaan Desa Wisata Penglipuran.

Paket kunjungan ke Desa Penglipuran.

 

Selama ini Penglipuran dikenal sebagai desa adat yang bersih, tertib, dan berkarakter kuat, kini desa ini melangkah lebih jauh. Tidak sekadar menerima kunjungan, tapi menjadi mengelola pengalaman berkunjung secara lebih terarah dan bertanggung jawab.

Terhadap Desa Wisata Penglipuran, langkah naik kelas bukan berarti menjadi destinasi yang eksklusif, tetapi menjadi desa yang lebih sadar terhadap dampak, lebih tertata dalam pengelolaan, dan lebih adil bagi alam, budaya, serta masyarakatnya.

Setiap tamu yang datang diharapkan tidak hanya menikmati keindahan desa, tetapi juga ikut menguatkan masa depan Penglipuran

Menurut Kelian Desa Adat Penglipuran, I Wayan Budiarta bahwa inisiatif paket berkunjung ini lahir dari keinginan desa untuk menjaga kualitas pengalaman sekaligus menjaga desa tetap lestari:

BACA JUGA  Polda Bali Amankan 22 Pendemo Usai Unjuk Rasa Berujung Anarkis

“Selama ini wisatawan melihat Penglipuran sebagai desa yang indah dan tertib. Melalui paket berkunjung, kami ingin melangkah lebih jauh. Setiap kunjungan bukan hanya memberi manfaat ekonomi, tetapi juga ikut merawat hutan bambu, menghidupkan tradisi, dan menguatkan masyarakat adat kami. Wisata yang datang ke Penglipuran harus sama-sama menguatkan desa, bukan sekadar melewati desa,” ujar Budiarta,

Pendapatan dari penjualan paket berkunjung akan dikelola secara bertanggung jawab demi kemanfaatan desa dan diprioritaskan untuk: 1. Meningkatkan kualitas pelayanan dan kenyamanan wisatawan, agar pengalaman berkunjung menjadi tertata, aman, dan bermakna;

2. Menjaga dan menghidupkan kembali budaya serta tradisi masyarakat adat, termasuk dukungan bagi kegiatan seni, upacara, dan pewarisan nilai kepada generasi muda;

3. Merawat kebersihan dan kelestarian lingkungan desa, termasuk kawasan hutan bambu dan ruang publik, melalui pengelolaan sampah dan berbagai inisiatif penghijauan;

4. Menguatkan peran masyarakat lokal sebagai pelaku utama dalam pengelolaan pariwisata, melalui peningkatan kapasitas, pemberdayaan UMKM, dan tata kelola yang inklusif;

5. Mendorong program pemulihan dan peningkatan kualitas ekologi serta sosial desa, sehingga setiap kunjungan wisata tidak hanya ‘minim dampak negatif’, tetapi benar-benar berkontribusi pada pemulihan alam, penguatan kohesi sosial, dan ketahanan Desa Penglipuran.

BACA JUGA  Pertumbuhan Positif 10,40%, Kanwil DJP Bali Kumpulkan Rp11,64 Triliun Penerimaan Pajak Hingga Triwulan III

“Kami ingin wisatawan merasa mendapat pengalaman yang utuh ketika berkunjung: memahami cerita desa, menghargai cara hidup masyarakat, sekaligus tahu bahwa sebagian dari biaya yang mereka bayarkan kembali untuk desa. Dengan begitu, hubungan antara tamu dan tuan rumah menjadi saling menguatkan,” imbuh Budiarta.

Ke depannya lewat penerapan sistem paket berkunjung ini, Desa Wisata Penglipuran berharap dapat terus menjaga keseimbangan antara kunjungan wisatawan dan keberlanjutan sosial, budaya, serta lingkungan.

“Wisatawan diharapkan tidak hanya menikmati keindahan tata ruang desa dan suasana yang asri, tetapi juga lebih dekat dengan nilai-nilai lokal dan merasa menjadi bagian dari upaya menjaga dan memulihkan Penglipuran,” terangnya.

Budiarta mendorong seluruh wisatawan, pelaku pariwisata, dan para pemangku kepentingan untuk bersama mendukung inisiatif paket berkunjung ini.

“Tentunya ini penting mewujudkan pariwisata yang berkualitas, berbudaya, dan regeneratif di Desa Wisata Penglipuran, serta memperkuat posisi Penglipuran sebagai salah satu desa wisata rujukan di Bali dan Indonesia,” tandasnya. PBN001